Satu Kata untuk "Sukses": Konsisten
Susah untuk dilakukan
Mungkin beberapa orang sudah mengetahui bahwa betapa susahnya menjadi seorang yang konsisten, saya sendiri menyadari ketika melakukan konsisten akan memberikan efek kebosanan. Bukan hanya efek kebosanan yang akan dirasakan, namun efek kemalasan pada pertengahan pengerjaan kita. semua efek ini selalu beerdampak pada hasil yang kita berikan, setiap langkah yang dikerjakan akan memberikan efek kedepannya. Ketika efek bosan dan malas menyerang pengerjaan akan tertunda dan sudah menjadi rahasia umum jika kedepannya memakai sistem kepepet atau sistem kebut semalam.
ketika perencaan yang dilakukan dengan matang dibandikan dengan sistem yang dibuat hanya semalam, tentunya teman-teman pembaca akan mengetahui bahwa kemungkinan untuk yang terbaiknya adalah yang sudah ada perencanaan secara matang. Tapi disini juga tidak menutup kemungkinan bahwa pengerjaan yang dikerjakan dalam semalam buruk, terkadang ada sebab yang membuat pekerjaan semalam itu lebih bagus. Sebab yang saya katakan disini adalah keberuntungan, tetapi keberuntungan tidak menyertai setiap orang, keberuntungan hanya menyertai pada beberapa orang dan diwaktu-waktu tertentu.
Konsistensi dapat mematahkan keberuntungan itu, dimana tubuh kita menjadi terbiasa dengan segala sesuatu yang kita kerjakan dengan terus-menerus. Keterbiasaan itu memberikan efek alarm ketika kita tidak melakukan sesuatu yang biasa. semua sebab pasti ada akibatnya, dengan efek ini juga berakibat kepada stagnansi atau ketidak berkembangan. Tidak berkembang/stagnan ini diakibatkan karena rasa malas kita, yang mana kita tidak akan melakukan hal yang baru dan sudah mengetahui jika melakukan A akan mengakibatkan B.
![]() |
| Sumber: AI |
Stagnansi ini nanti kita akan bahas di tulisan berikutnya, kita saat ini berfokus pada konsistensi. Konsisten itu adalah perbuatan yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang kuat dan mau berkembang ke arah yang lebih baik. Teman-teman mungkin akan berpikir bahwa konsistensi itu mudah, tetapi saya bisa bilang yang mudah itu adalah memulai, dan yang kita sudah terbiasa memulai hal yang baru setelah dilakukan peratama kali akan terasa mudah tetapi setelahnya itu akan terasa bolong-bolong dan jenuh. Lebih baik jika kita melakuka kegiatan dari kegiatan yang kecil dulu.
Kesimpulan
Konsisten adalah perbuatan yang memerlukan daya tahan yang baik, karena kita akan menemukan rasa kebosanan, kejenuhan, dan kemalasan. Ketika kita sudah dapat berkonsisten terhadap sesuatu, tubuh kita sudah dapat membiasakan sesatu hal itu. Konsistensi tidak perlu langsung pada hal yang besar, cukup melakukan hal-hal konsistensi yang kecil, contohnya konsisten membuang sampah pada tempatnya, itu akan membiasakan kita kedepannya tidak membuang sampah di sembarang tempat

Komentar
Posting Komentar