Journey Journal
Sosial Banyak digemari, namun Tidak Pasti
Sosial merupakan sesuatu ilmu yang selalu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang menyadarinya atau tidak tetapi ilmu ini salah satu saya golongkan sebagai ilmu yang tidak pasti. Ilmu sosial bukanlah ilmu yang ada benar dan salah seperti matematika, karena ilmu sosial memberikan kesan terhadap berbagai macam karakter orang, dikumpulkan satu dan dicari yang terbaik. Orang-orang banyak yang salah mengira bahwa sosial itu cuman hitam dan putih tidak ada abu-abu, biru, kuning, jingga dan lain sebagainya.
contoh sederhananya mengenai ilmu sosial adalah di satu desa ada yang tidak boleh makan nasi, di desa yang lain ada yang gak boleh potong rambut. Kedua desa itu memiliki hukum yang berbeda dan tidak bisa di salah atau benarkan melalui kacamata kita. begitulah ilmu sosial menanggapi terkait dengan hukum dan budaya di suatu daerah.
entah kenapa orang paling senang belajar ilmu yang tidak pasti dibandingkan dengan ilmu pasti dan kecenderungan orang lebih benci ilmu pasti seperti matematika dibandikan dengan ilmu politik, tetapi selalu mengaitkannya dengan ilmu matematika yaitu benar dan salah. ilmu sosial itu kita berbicara tentang etika, yaitu baik dan buruk dan bukan benar dan salah. terlebih lagi dikaitkan dengan suatu kepercayaan yang belum tentu orang lain sama dengan kepercayaan yang di anutnya. bahkan satu agama saja belum tentu kepercayaannya sama, tetapi masih saja banyak orang yang lebih suka dengan ilmu sosial.
| gambar: AI |
Saya mempelajari ilmu sosial untuk menambah sosial saya mengenai hal-hal baru dan hal - hal baru yang sebutkan adalah tentang menghargai pendapat orang, menghargai kebiasaan orang dan memberikan penjelasan mengani hukum yang tertinggi bukan hanya tentang hukum dari kita saja. Ilmu sosial juga bukan hanya tentang manusia, tetapi lebih ke tatanan hukum dan ekonomi kedepannya, sejarah juga masuk ke dalam ilmu sosial.
saya dari dulu sudah berusaha untuk tidak menilai orang dari mulut orang, tetapi dengan merasakannya langsung dan mulut orang yang memberitahu tentang si X menjadi bahan pertimbangan untuk berjaga-jaga, tetapi bukan untuk menjudge bahwa si X salah.
Kesimpulan
Ilmu sosial bukan mengenai benar dan salah, tetapi mengenai baik dan buruk. banyak orang yang salah mengartikan ilmu sosial sama dengan matematika. Ilmu sosial itu bentuk dari menghargai pendapat orang, tidak menekankan pendapat kita.
Komentar
Posting Komentar